About Me
- Achmad Putra Andhika
- Jika kita masih bisa berusaha, kenapa mesti menyusahkan orang kaya? Mari kita berikhtiar ^_^
My Facebook
Pengunjung
Powered by Blogger.
Blog Archive
-
▼
2009
(31)
-
▼
July
(8)
- 52. Asal-Asalan Memilih Teman Baik
- 44. Tidak Beradab Ketika Masuk WC
- 38. BERSUMPAH DENGAN NAMA SELAIN ALLAHMasalah ini ...
- Selalu Ada Solusi Tazkiyatun Nufus Oleh: Ibnu ...
- Mengungkapkan Cinta Buat si Kecil ...
- Hati-hati dengan Pujian Setiap manusia mengharapka...
- Energi dan Realisasi MimpiBeberapa tahu lalu, seor...
- Allah-made Versus Man-made Way Of LifeEramuslim.c...
-
▼
July
(8)
Wednesday, July 8, 2009
Banyakan diantara kita nggak peduli milih teman. Asal ada aja teman mainnya. Nggak peduli baik atau buruk. Padahal teman sangat mempengaruhi sifat-sifat dan karakter kita. Agama kita juga sangat dipengaruhi oleh teman. Udah sadar pa belum, kalo teman kita baik kita juga jadi baik nantinya. Coba kalo teman kita pemabuk sangat besar kemungkinan kita juga ikut-ikutan mabuk. Makanya kalo memilih teman diusahakan jangan dilakukan dengan asal-asalan.Eh, teman, kalo kamu tanyakan sifat seseorang maka lihatlah temannya. Artinya siapa temannya, kalo temannya baik berarti dia juga baik (InsyaAllah). Nah, ada yang lebih penting yaitu kalo kalian pengen ngelamar gadis maka lihatlah siapa teman gaulnya. Selanjutnya kamu tanyakan dia pada teman dekatnya. Tapi kalo udah jahat teman dekatnya nggak usah ngelamar. Jangan-jangan dia juga orangnya nggak baik (Astghfirullah). Pokoknya udah tersangka deh. Jadi kesimpulannya, sifat teman gaul akan menular kepada kita. Coba aja liat haditsnya ini:
“Bahwasanya permisalan teman duduk yang baik dan yang buruk seperti penjual minyak wangi dan tukang besi. Penjual minyak wangi bisa memberimu atau kamu membeli darinya atau kamu turut mendapatkan bau wanginya sedang tukang besi bisa membakar bajumu atau kamu ikut mendapatkan bau tak sedap.” (HR. Bukhari)
Dalam hadits tersebut terdapat dalil bahwa bergaul dengan orang-orang shaleh dan berakhlak mulia memiliki pengaruh pada kebaikan seseorang dan setiap teman akan mencontohi teman gaulnya. Sebaliknya bergaul dengan orang-orang hina dan jahat menjerumuskan pada kecelakaan manusia. Rasulullah memberikan dua permisalan yang gamblang untuk menjelaskan hal itu.
“Seseorang tergantung dari agama (kebiasaan) temannya maka hendaklah salah seorang diantara kalian melihat siapa yang ia jadikan teman karib.” (HR. al-Tirmidzi)
Lebih parah lagi kali teman gaul non-muslim (Jadi teman akrab, mungkin itu maksudnya). Bisa aja kamu ditarik ke geraja (misionaris jelek!) atau kuil atau sinagog (Jews munafik!) dll. Soalnya da’wah mereka itu lebih kuat karena udah kerjasama dengan syaitan (mungkin maksudnya, mereka lebih mengedapankan logika, mengumbar hawa nafsu untuk menggoyang iman kita). Coba siapa yang kalian pilih diantara teman berikut ini: Ibrahim apa Abraham, Maryam apa Maria, Abu atau Obet, dll. Itu cuman misal.
“Janganlah engkau bersahabat kecuali orang beriman.” (HR. Tirmidzi, Abu Dawud)
Singkatnya, kita harus milih teman yang baik, yang ngerti agama, yang pintar and cakap, de es te. Kalo nggak gitu pasti deh kita-kita nyesel banget di akhirat.
“Dan (Ingatlah) hari (Ketika itu) orang yang zalim menggigit dua tangannya (menyesal berat), seraya berkata: ‘ Aduhai kiranya (dulu) aku mengambil jalan bersama-sama Rasul’.” (Qs: al-Furqan: 27)
Artikel Abu Syahidah dalam buku “Kamu Hobi tapi Agama Melarang” dengan sedikit perubahan
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
0 comments:
Post a Comment